Your Ad Here

5 Kemampuan Hebat Bayi

Jakarta - Jangan anggap remeh kemampuan seorang bayi.

Apakah Dia Tepat Untuk Anda?

Status lajang, bertemu dengan pria yang memunculkan chemistry dan punya "potensi".

Rujak Buleleng

Jakarta - Pengin mencicipi makanan khas Bali yang sedap? Mampirlah ke warung ini.

Kondisi Remaja Yang bikin Malu

Jakarta - Saat remaja tubuh mengalami berbagai macam perubahan baik secara fisik maupun hormonal.

Hidrasi Tak Harus dengan Air

akarta, Untuk mencegah dehidrasi, biasanya Anda disarankan untuk minum banyak air.

Showing posts with label Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Keluarga. Show all posts

Monday, March 18, 2019

Demi Kesehatan Mental, Sediakan Waktu Untuk Ke Pantai


Kita semua tentu sudah amat mengerti, menyisihkan waktu untuk menikmati alam terbuka tak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, tapi pun mental. 

Nah, di antara sekian banyak aktivitas di alam terbuka, ternyata secara khusus ada benefit istimewa jika kita rutin menyediakan waktu pergi ke pantai. 

Perasaan damai dan tenang luar biasa yang kita alami di pantai dapat disebut sebagai “ruang biru.”

"Ruang" itulah yang telah dijuluki oleh para ilmuwan sebagai efek kombinasi antara bau dan suara air yang mendatangkan kebahagiaan di dalam otak kita. 

Seperti dikutip dari laman corespirit.com, disebutkan, "ruang biru" mampu menbuat kita merasa amat nyaman, bak dihipnotis.    

Ternyata, ketika kita merasa betapa rileksnya berada di pantai, hal itu bukan hanya terasa di kepala kita. 

Lebih dari itu, sains mengungkapkan, perubahan dalam cara otak bereaksi terhadap lingkungan mampu membuat kita merasa bahagia, rileks, dan mendapatkan energi kembali. 

Secara umum, ada setidaknya empat efek positif dari "ruang biru". 

1. Pergi ke pantai mengurangi stres 

Sejak lama, air dikenal sebagai pengobatan alam untuk stres. Air dipenuhi ion positif yang dikenal secara alami memiliki kemampuan untuk membuat kita merasa nyaman. 

Jadi saat melompat untuk berenang, atau sekadar mencelupkan jari-jari kaki ke dalam air, kita pasti akan mengalami perasaan rileks. 

Kondisi itu menjadi salah satu penguat "mood" yang terjadi secara instan, dan selalu dapat kita andalkan dari waktu ke waktu.  

2. Pergi ke pantai membuat kreatif  

Para ilmuwan percaya bahwa solusi untuk menjernihkan kepala dari beragam beban adalah di pantai.

Berada di "ruang biru" memungkinkan kita tak hanya menjernihkan kepala, tapi pun mendekati masalah atau proyek yang menjadi beban kita dengan cara yang lebih kreatif. 

Sama seperti meditasi, pantai memicu perasaan tenang yang memungkinkan kita untuk menyetel semua hal lain, lalu merenungkan apa yang kita butuhkan untuk fokus. 

3. Pergi ke pantai mengurangi depresi  

Sama seperti efek yang diberikan pantai pada perasaan stres dan kebiasaan kreatif, pantai juga memberikan bantuan untuk perasaan depresi. 

Suara hipnotik dari ombak yang dikombinasikan dengan pemandangan dan bau pantai dapat menempatkan kita ke ruang meditasi. 

Pada gilirannya, kita dapat menjernihkan pikiran dan merefleksikan kehidupan di "ruang aman" yang jauh dari kekacauan kehidupan sehari-hari. 

4. Pantai mengubah perspektif kehidupan  

Perubahan yang dimaksudkan di sini tentu saja mengarah kepada kehidupan yang lebih baik. 

Alam pada umumnya selalu menjadi faktor dalam sebuah kehidupan bahagia yang sehat, tetapi pantai khususnya, sangat baik untuk jiwa. 

Jadi , tunggu apa lagi? Segera kemasi pakaian mu, ambil tabir surya, dan yuk pergi ke pantai... 


Sumber : Kompas.com

Wednesday, March 6, 2019

Terlambat Menikah Justru Lebih Percaya Diri dan Bahagia


Jakarta - "Kapan menikah?" pertanyaan ini tidak jarang menjadi momok bagi mereka yang belum membina rumah tangga. Hal tersebut terasa semakin 'mengganggu' ketika usia telah matang hingga mapan secara finansial.

Jangan terburu-buru dan jangan gentar dengan hal-hal yang secara tidak langsung mendesak Anda. Fimela.com menulis menurut penelitian, menikah terlambat justru menjamin kebahagiaan pernikahan di masa mendatang.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Family Psychology dan dilakukan University of Alberta menemukan, mereka yang menikah di usia lebih tua atau lebih lambat dari teman-temannya ternyata mempunyai level kebahagiaan dan kepercayaan diri lebih tinggi dibanding mereka yang menikah muda.

Tak hanya itu, menikah di usia matang juga menunjukkan rendahnya risiko depresi dan cerai. Sang peneliti, Matt Johnson menyampaikan tujuannya adalah mengetahui usia ideal untuk menikah.

Ada pun partisipan pria rata-rata menikah di usia 28 tahun dan partisipan perempuan di usia 25 tahun. Survei dilakukan pada 405 orang Kanada yang lulus SMA dan usia paruh baya di 1984 yang menikah di usia muda dan usia tua untuk melihat seberapa bahagia dan tenang pernikahan berdasarkan usia saat pertama kali menikah.

Sementara di abad 21, usia pernikahan kian mundur karena banyak generasi masa kini harus menjalani pendidikan tinggi dan bekerja. Biasanya, mereka tidak terburu-buru membina rumah tangga sebelum benar-benar mapan.

Daripada terus dihantui kekhawatiran soal jodoh dan menikah, tidak ada salahnya untuk berfokus pada peningkatan kualitas diri. Selain itu, bagaimana membahagiakan dan memapankan diri. 

Sumber : Liputan6.com

Thursday, June 14, 2012

Penerapan ASI Eksklusif Paling Bagus di Klaten

Penerapan ASI Eksklusif Paling Bagus di Klaten
Jakarta, Peraturan Pemerintah (PP) tentang pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif baru ditetapkan Maret 2012. Belum semua pihak menerapkannya dengan baik, namun beberapa daerah seperti Klaten Jawa Tengah dinilai cukup bagus dan bisa dijadikan contoh soal penerapan PP ASI Eksklusif.

"Klaten bagus, di sana punya Perda (Peraturan Daerah) dan penerapannya juga sudah sangat bagus," kata Minarto, Direktur Bina Gizi Kementerian Kesehatan saat ditemui di acara diseminasi PP 33/2012 tentang ASI Eksklusif di Hotel Amos Cozy Jakarta Selatan, Kamis (14/6/2012).

Dengan adanya Perda tentang ASI, segala bentuk kegiatan promosi susu formula di Klaten sudah diawasi dengan cukup ketat. Menurut Minarto, iklan dan promosi susu formula di wilayah ini sudah tidak bebas lagi untuk dipajang di sembarang tempat.

Demikian juga dengan keharusan untuk penyediaan fasilitas menyusui di tempat-tempat umum, Minarto mengatakan bahwa sebagian besar pengelola tempat umum di Klaten sudah menerapkan aturan tersebut. Bukan cuma tempat-tempat umum seperti mall dan terminal, kantor-kantor pemerintah juga sudah menerapkannya.

Perda tentang ASI Eksklusif sudah ada di Klaten sebelum PP 33/2012 ditetapkan pada Maret 2012. Meski demikian, karena RPP tentang pemberian ASI Eksklusif sebenarnya sudah dipersiapkan sejak lama, pemerintah daerah Klaten juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dalam menyusun Perda tersebut.

Minarto mengatakan, saat ini Klaten bukan satu-satunya daerah yang memiliki Perda tentang ASI Eksklusif. Makassar juga sudah memiliki Perda serupa, lalu dalam waktu dekat Nusa Tenggara Barat (NTB) juga akan menyusul dengan penerapan Perda tentang pemberian ASI Eksklusif.

"Mereka itu kan sebenarnya menunggu PP ASI. Nah sekarang sudah ditetapkan, harapannya penerapan di daerah bisa lebih baik," tambah Minarto.

Secara umum di Indonesia, Minarto mengatakan belum ada data resmi tentang berapa banyak fasilitas umum dan tempat-tempat kerja yang sudah memiliki fasilitas menyusui. Yang jelas belum semua memilikinya dan Kementerian Kesehatan saat ini sedang memetakan data tersebut.

Sumber : detik.com

Cinta Kasih Ayah Lebih Penting untuk Perkembangan Anak

Cinta Kasih Ayah Lebih Penting untuk Perkembangan Anak
Jakarta, Kebanyakan orang berpikir bahwa cinta dan perhatian seorang ibu saja sudah cukup untuk merawat dan membesarkan anak. Tetapi ternyata cinta seorang ayah juga tidak kalah pentingnya bagi perkembangan anak.

Peneliti melakukan studi terhadap lebih dari 10.000 putra dan putri yang mengungkapkan bagaimana seorang ayah yang tinggal jauh dari keluraga atau bersikap dingin terhadap anaknya dapat merusak kehidupan anak.

Tinjauan dari 36 penelitian yang telah dilakukan di seluruh dunia menyimpulkan bahwa cinta seorang ayah terhadap anak-anaknya sama pentingnya dengan cinta seorang ibu.

Peneliti Profesor Ronald Rohner menyatakan bahwa cinta ayah merupakan kunci perkembangan anak dan berharap temuannya akan memotivasi lebih banyak ayah untuk terlibat dalam merawat anak-anaknya.

"Selama ini seorang ayah berpikiran bahwa posisinya dalam merawat anak adalah sebagai dukungan secara finansial terhadap keluarganya, tetapi hal ini tidak diperlukan untuk perkembangan sehat anak-anak," kata Profesor Rohner seperti dilansir dari dailymail, Kamis (14/6/2012).

Anda harus mulai menjauhi pikiran yang salah tersebut dan menyadari pengaruh ayah terhadap perkembangan anak sangat besar, bahkan terkadang lebih besar daripada ibu. Kesimpulan ini disampaikan setelah Profesor Rohner memeriksa data dari studi ketika anak-anak dan orang dewasa diberi pertanyaan seberapa besar rasa cintanya terhadap orang tuanya.

Berdasarkan jawaban peserta penelitian tersebut, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa orang yang kurang dekat dengan ayahnya sejak kecil memiliki perasaan lebih cemas, tidak aman, temperamental dan agresif.

Banyak masalah perilaku karena pengaruh ketidakdekatan anak dengan ayahnya tersebut yang terbawa ke masa dewasa. Penelitian ini kemudian diterbitkan dalam jurnal Personality and Social Psychology Review.

Cinta seorang ayah sama pentingnya dengan cinta seorang ibu, bahkan pada beberapa kasus mungkin cinta ayah lebih penting. Salah satu alasannya mungkin adalah anak lebih menghormati dan lebih segan terhadap sosok seorang ayah.

Sehingga jika ayah tidak berusaha dekat dengan anaknya dan malah bersikap dingin, hal ini akan lebih menyakitkan bagi kesehatan mental dan psikologi anak. Sikap penolakan oleh ayah di masa kecil memiliki efek yang kuat dan konsisten pada pembangunan kepribadian seseorang.

"Anak-anak yang merasa tidak dicintai cenderung menjadi cemas, tidak aman, memicu kemarahan dan kebencian serta dapat menyebabkan anak menutup diri secara emosional dalam upaya untuk melindungi diri dari sakit hati yang lebih lanjut," kata Profesor Rohner.

Hal ini dapat membuat anak kesulitan dalam bergaul dan membentuk hubungan dengan orang lain. Anak bisa menderita rendah diri dan kesulitan untuk menangani situasi stres. Tidak seperti sakit secara fisik, orang yang pernah memiliki masalah psikologis dapat menghidupkan kembali rasa sakit emosional akibat bahkan setelah bertahun-tahun.

Sumber : detik.com

Anak-anak yang Berisiko Kena Epilepsi

Anak-anak yang Berisiko Kena Epilepsi
Jakarta, Di negara berkembang, insiden epilepsi pada anak berkisar antara 25-840 per 100.000 penduduk per tahun. Ada berbagai faktor risiko yang dapat meningkatkan seorang anak menyandang epilepsi.

Jenis epilepsi yang biasa terjadi pada anak adalah epilepsi idiopatik dan simptomatik. Pada epilepsi idiopatik, biasanya terjadi pada anak dengan perkembangan dan pemeriksaan fisiknya normal, terjadi pada usia tertentu dan mempunyai prognosis baik. Sebaliknya, simptomatik epilepsi dihubungkan dengan epilepsi karena ada kelainan di otak.

"Anak-anak autis, ADHD (Attention Deficit Disorder), lahir prematur, celebral palsy (CB), retardasi mental atau anak kembar lebih besar peluangnya menjadi penyandang epilepsi dibandingkan dengan anak normal," jelas dr Dwi Putro Widodo, Spesialis Anak dari FKUI-RSCM, dalam acara Seminar Media 'Tatalaksana yang tepat sangat diperlukan untuk mengontrol serangan pada Penyandang Epilepsi (PE) wanita dan anak' di Hotel The Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (14/6/2012).

Tapi dr Dwi menegaskan sebenarnya kemungkinan tersebut tetap masih kecil, meski dibandingkan anak normal risiko epilepsi pada anak-anak tersebut lebih tinggi.

"Anak-anak dengan kondisi tersebut risiko kelainan di otak lebih besar, sehingga risiko epilepsi juga lebih besar. Tapi makin tua usianya, kemungkinan untuk PE (penyandang epilepsi) semakin kecil," lanjut dokter yang juga berpraktik di RS Pondok Indah.

Selain karena kondisi-kondisi tersebut, epilepsi pada anak dapat disebabkan oleh berbagai jenis kelainan pada otak. Ada anak yang memang sudah memiliki epilepsi pada saat dilahirkan (congenital) dan ada pula epilepsi karena kerusakan otak yang didapat sesudah kelahiran.

Epilepsi congenital ini tidak selalu disebabkan oleh faktor genetik, hanya saja anak telah mengembangkan epilepsi pada periode fetus (janin) hingga menjadi anak di dalam kandungan. Ada kemungkinan genetik tertentu bertanggung jawab, tetapi ada pula karena faktor-faktor lain yang mengganggu perkembangan otak anak ketika dalam kandungan.

Epilepsi sesudah kelahiran didapatkan sesudah bayi keluar dari kandungan. Misalnya, ketika bayi kekurangan oksigen pada saat kelahiran atau ada pendarahan intracranial. Epilepsi mungkin juga terjadi karena infeksi pada otak (misalnya karena meningitis dan lain-lain), atau karena cedera pada otak, tumor atau pendarahan intracranial.

"Anak-anak dengan CB lebih besar kemungkinan untuk epilepsi, tapi epilepsi tidak dapat dicegah. Itu terjadi karena disfaktor otak," tutur dr Dwi.

Sumber : detik.com

Wednesday, June 13, 2012

Risiko Hamil Lebih dari 4 Kali

Risiko Hamil Lebih dari 4 Kali
Orangtua zaman dulu selalu mengatakan, banyak anak artinya banyak rezeki. Tetapi keyakinan ini tampaknya tak sesuai lagi untuk konteks masa kini. Banyak anak membuat biaya hidup menjadi lebih berat. Selain itu, kehamilan yang terjadi berulang kali bisa meningkatkan risiko kesehatan untuk ibu dan bayinya. Hal ini khususnya untuk kehamilan yang terjadi lebih dari empat kali.

"Kehamilan lebih dari empat kali atau grande multipara bisa menyebabkan beragam komplikasi kehamilan yang akan dialami oleh si ibu, salah satunya perdarahan," tukas Dr dr Ali Sungkar, SpOG, dalam acara "Deteksi Dini Risiko dan Komplikasi pada Masa Kehamilan", di Brawijaya Women and Children Hospital, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Ia mengungkapkan, kehamilan grande multipara termasuk dalam kehamilan berisiko tinggi, karena komplikasi bisa terjadi baik saat hamil atau melahirkan. Beberapa risiko komplikasi yang mungkin terjadi antara lain perdarahan ante partum, (pendarahan yang terjadi setelah usia kandungan 28 minggu), solustio plasentae (lepasnya sebagian atau semua plasenta dari rahim), plasenta previa (jalan lahir tertutup plasenta), spontaneus abortion (keguguran), dan intrauterine growth retadation (IUGR), atau pertumbuhan bayi yang buruk dalam rahim.

Grande multipara juga bisa berakibat komplikasi pada persalinan, antara lain dengan meningkatkan risiko terjadinya uterine atony (perdarahan pasca melahirkan), ruptur uteri (robeknya dinding rahim), serta malpresentation (bayi salah posisi lahir).

Perdarahan merupakan salah satu risiko besar yang harus dialami oleh ibu yang jumlah kehamilannya empat kali atau lebih, dibandingkan ibu yang hamil kurang dari empat kali. "Perdarahan yang terjadi akibat grande multipara tergolong hebat, dan akhirnya membuat si ibu akan mengalami serangan anemia," bebernya.

Untuk menghindari berbagai risiko kehamilan grande multipara, sebaiknya rencanakan kehamilan dengan baik sehingga menurunkan angka kematian ibu dan bayi yang masih cukup tinggi di Indonesia. Jika sudah terlanjur mengalami grande multipara, sebaiknya deteksi kehamilan sejak dini sehingga kemungkinan kelainan dan komplikasi masih bisa diatasi sejak dini.

Sumber : KOMPAS.com

6 Strategi Mendidik Anak Terbiasa Rapi

6 Strategi Mendidik Anak Terbiasa Rapi
Anak yang pintar membereskan mainan setelah selesai bermain, menaruh barang-barang pada tempatnya, dan mau membersihkan kamarnya sendiri, tidak bisa didapatkan hanya dalam satu-dua hari. Tidak juga dengan cara membujuknya dengan imbalan atau dengan cara mengancam. Menurut ahli, Anda perlu mengajarkannya sejak usia dini.

"Mulailah mengajarkan anak pentingnya merapikan barang-barang sejak awal, sehingga lama-lama mereka akan terbiasa," kata Dr Donna Thomas-Rodgers, seorang penulis dan leadership coach. Berikut adalah konsep dasar seputar kerapian yang perlu mereka kuasai:


1. Rapikan setelah selesai
Ajarkan pada anak untuk membiasakan diri mengembalikan mainan pada tempatnya setelah selesai bermain. Atau, memasukkan pakaian ke keranjang baju kotor setelah dipakai. "Anda juga bisa mengajarkan mereka untuk mengembalikan satu mainan ke tempatnya, sebelum ia mengambil mainan lainnya," kata professional organizer Sarah Giller Nelson. "Dengan demikian, anak akan mengetahui bahwa setiap benda itu ada tempat penyimpanannya."



2. Siapkan penyimpanan
Langkah selanjutnya adalah menempatkan wadah di setiap kamar untuk dijadikan tempat menaruh barang-barang anak. "Bentuknya bisa berupa kontainer atau keranjang. Tempelkan label untuk setiap wadah agar anak terbiasa menaruh benda pada tempat yang tepat. Atau, gunakan label berbentuk gambar bila anak Anda masih belum bisa membaca," kata Marie Stegner, consumer health advocate dari Maid Brigade.



3. Berikan contoh
Anak-anak belajar dengan cara meniru orangtuanya. Itu berarti, Anda harus terlebih dulu memberi contoh bagaimana cara merapikan dan mengatur barang-barang. Anda bisa memulai dengan cara mengajak mereka bersama membereskan barang belanjaan, melipat baju, atau memunguti mainan yang masih tergeletak di lantai. Sedikit demi sedikit, berikan tanggung jawab lebih pada mereka, sehingga pada akhirnya mereka akan terbiasa membereskan barang-barangnya sendiri.



4. Buatlah kalender
Mengajarkan anak-anak pentingnya merawat diri sendiri adalah bagian yang penting dalam usaha untuk menjadikan anak terbiasa rapi. Mereka perlu diajarkan bagaimana cara mencuci tangan dan wajah, menggosok gigi, dan menyisir rambut. Agar kebiasaan ini bisa terwujud, Candi Wingate, Presiden dari Nannies4Hire, merekomendasikan orangtua untuk memiliki semacam kalender.


"Tempelkan di dinding dan tandailah hari-hari ketika anak berhasil merawat dirinya secara menyeluruh. Berikan hadiah bila mereka sudah berhasil melalui fase tertentu, misalnya dalam jangka waktu satu bulan," kata Wingate. Hadiah itu bisa berupa stiker atau aksesori rambut untuk anak perempuan.


5. Ajarkan anak konsekuensi hidup tidak rapi
Terkadang, anak akan lebih cepat belajar dari pengalaman mereka sendiri. Anda dapat menyiasatinya dengan menetapkan aturan untuk seisi rumah, namun melimpahkan tanggung jawab atas kamar tidur pada setiap anak. Tidak perlu bertindak apa pun jika anak tidak ingin membereskan mainan di kamarnya, karena nantinya mereka akan mengalami sendiri betapa tidak nyamannya tidur di kamar yang berantakan.


"Yang perlu dipahami, anak-anak itu selalu punya kecenderungan untuk tidak rapi. Orangtua harus membiarkan mereka melakukannya. Yang penting, mereka mau membereskan semuanya setelah selesai," kata Stegner.

Sumber : KOMPAS.com

Tetap Waspada pada Kehamilan Bulan Pertama


Bulan pertama merupakan periode yang sangat penting di dalam perkembangan organ janin. Pada bulan pertama ini, embrio akan membentuk dasar kerangka sumbu badan, otak, serta jantung primitif. Di akhir bulan pertama, ukuran embrio mencapai 1,25-3 mm dengan berat kurang dari 1 gr. Bentuk embrio seperti kecebong dengan kepala lebih besar dari organ lain dan memiliki buntut.

Nah, pada tahapan ini sangat peka terhadap gangguan teratogenik atau kecacatan janin. Meski begitu, ada sejumlah hal yang bisa calon ibu lakukan untuk mengantisipasinya:

  • Lakukan tes urine setelah ibu mengalami atau merasakan tanda-tanda kehamilan. Jika hasilnya positif, segera konsultasikan ke dokter. Jika hasilnya negatif, cobalah seminggu kemudian.
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang karena trimester pertama adalah masa paling penting dalam pertumbuhan organ janin (organogenesis). Ibu membutuhkan asupan energi sebanyak 2.200 kalori selama tiga minggu pertama kehamilan (terimester awal).
  • Konsumsi asam folat sebanyak 400-800 mikrogram per hari untuk mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio. Sumber asam folat, antara lain: telur, brokoli, kacang, jeruk, padi-padian, dan buncis. Umumnya, dokter kandungan akan meresepkan tablet asam folat.
  • Minum teh hangat dibarengi konsumsi makanan ringan yang terbuat dari sereal, roti, atau biskuit sebelum bangun dari tempat tidur, atau makanan ringan ringgi protein seperti keju sebelum pergi tidur. Ini akan mengurangi keluhan mual dan muntah di pagi hari.
  • Stop semua kegiatan tak sehat, seperti merokok, konsumsi obat terlarang, dan alkohol karena dapat menyebabkan kecacatan embrio.
  • Hindari mengonsumsi obat-obatan secara sembarangan. Jika bumil sakit, sekalipun hanya batuk atau flu, konsultasikan ke dokter.
  • Batasi konsumsi kafein (baik yang terkandung dalam kopi, teh, maupun cokelat) hanya 200 mg per hari.
  • Hindari makanan berikut: makanan mentah atau setengah matang (berisiko toksoplasma); ikan atau kerang yang tercemar metilmerkuri dalam kadar tinggi (mengganggu sistem saraf janin); serta makanan yang mengandung pengawet dan pewarna buatan.


Sumber : KOMPAS.com

Pernah "Caesar", Bisakah Bersalin Normal?


Setiap ibu hamil pasti punya keinginan untuk melahirkan dengan proses persalinan normal. Bahkan Dr dr Ali Sungkar, SpOG, mengungkapkan, 68 persen ibu hamil ingin melahirkan secara normal (per vaginal). Sayangnya, tidak semua perempuan bisa melahirkan normal, karena berbagai faktor dan penyebab.

"Sekalipun pada awal pemeriksaan si ibu dinyatakan bisa normal, keputusan ini bisa berubah pada detik terakhir persalinan, tergantung kondisi bayi dan ibu," ungkap dr Ali, dalam seminar "Deteksi Dini Risiko dan Komplikasi pada Masa Kehamilan", di Brawijaya Women and Children Hospital, Jakarta Selatan, Sabtu ( 09/06/2012) lalu.

Dr Ali mengungkapkan bahwa beberapa faktor risiko dan kondisi kehamilan yang mengkhawatirkan seperti plasenta previa (jalan lahir tertutup plasenta) membuat para ibu diharuskan menjalani operasi caesar (seksio sesarea). "Namun kebanyakan ibu menolak untuk caesar karena ingin merasakan persalinan normal, yang dianggap lebih sempurna sebagai seorang ibu," bebernya.

Persalinan caesar juga dianggap menakutkan karena adanya anggapan bahwa sekali melahirkan secara caesar, maka pada kehamilan selanjutnya pasti si ibu harus di-caesar lagi. Menurut dr Ali, anggapan ini tidak selalu benar. "Ibu yang pernah sekali melahirkan caesar belum tentu terus melahirkan caesar," jelasnya.

Kesempatan untuk melahirkan secara normal masih terbuka, tergantung penyebab dan jenis operasi caesar yang pernah dilakukan. "Ada beberapa penyebab yang mutlak membuat ibu tidak bisa melahirkan normal setelah caesar, yaitu panggul yang sempit. Karena ukuran panggul tidak bisa diperbesar, kalau hamil lagi tetap akan di-caesar," jelasnya.

Sedangkan jika operasi caesar dilakukan karena alasan bayi sungsang, plasenta previa, bayi terlalu besar, atau kehamilan kembar, maka kemungkinan untuk Vaginal Birth After Caesarean (VABC) atau persalinan normal setelah caesar masih bisa dilakukan.

Selain dilihat dari penyebabnya, VABC juga bisa dilakukan berdasarkan jenis operasi caesar yang pernah dilakukan. Secara umum caesar (seksio sesarea) dibagi menjadi dua jenis, yaitu seksio sesarea klasik, dan seksio sesarea transperitonealis profunda (SCTP). Jika seksio sesarea yang dilakukan adalah jenis klasik, maka kemungkinan VABC akan sulit dilakukan. Karena, pada operasi jenis ini dokter membuat sayatan memanjang di badan rahim (korpus uretri) sepanjang 10 cm. Jika VABC ini dilakukan pada perempuan yang pernah mengalami seksio sesarea klasik, ia akan berisiko mengalami ruptura uretri (robek pada dinding rahim).

Sedangkan pada metode SCTP, ibu hamil masih mungkin mengalami VABC. Metode ini menggunakan teknik sayatan melintang pada segmen bawah rahim, sehingga risiko terjadinya ruptura uretri bisa ditekan.

Sumber : KOMPAS.com

Sunday, June 10, 2012

Resep Ramping Pasca Melahirkan Ala Natalie Portman

Resep Ramping Pasca Melahirkan Ala Natalie Portman
Jakarta : Tidak mudah mengembalikan bentuk tubuh ke posisi semula setelah melahirkan. Namun tidak begitu bagi artis Natalie Portman.

Baru setahun yang lalu bintang Black Swan ini melahirkan seorang bayi laki-laki dari hubungannya dengan tunangannya Benjamin Millepied, kini ia sudah terlihat mendapatkan tubuh sehat dan rampingnya kembali.

Bagaimana Portman, 30, melakukannya? Dikutip dari laman Us Magazine, Sabtu, 9 Juni 2012 berikut 3 resep rahasianya.

1. Diet vegetarian
Sejak usia remaja Portman melakukan diet vegan. Terlebih lagi setelah membaca buku Jonathan Safran Foer, Eating Animals, ia tidak sekadar bertindak sebagai pelaku diet melainkan juga menjadi seorang aktivitis.

Namun sejak mengandung anak pertamanya, Portman mulai melenturkan nilai-nilai dalam dirinya. "Saya melihat kebutuhan tubuh untuk mengonsumsi telur, susu, dan asupan lainnya yang terbuat dari hewan," katanya.

Setelah melahirkan anaknya, Portman pun kembali kepada rutinitasnya sebagai vegetarian. Ia menerapkan diet dengan hanya memakan sayuran segar dan sangat berhati-hati pada apa yang ia makan. Katanya dengan menjalani pola makan itu, ia pun tidak pernah khawatir dengan garam, lemak, kalori, dan semua hal yang tidak baik yang terkandung dalam makanan siap saji.

Demi mendapatkan asupan yang sehat, Portman juga selalu berusaha memasak sendiri. "Saya sering memasak dan membuat kue vegan," katanya.

2. Olahraga rutin
Portman senang menghabiskan waktunya bersama keluarga, termasuk saat berolahraga. Artis peraih Academy Awards ini suka berjalan-jalan keliling kota Los Angeles dengan anaknya Aleph, atau berlari dengan suaminya. Selain itu ia pun rutin menjalani yoga dan pergi ke gym.

3. Hidup sehat
Selain sadar akan kebutuhan tubuh yang sehat, Portman pun menyadari yang penting dalam hidup adalah melakukan apa yang disukai. "Saya suka bersenang-senang dan bersuka cita. Saya tidak pernah membiarkan diri kelaparan serta menyakiti diri sendiri. Setiap kali merasa lapar, saya makan, dan memastikan apa yang saya makan itu harus lezat," katanya.

Sumber : TEMPO.CO

Saturday, June 9, 2012

50 Tahun SGM Gelar Dunia Prestasi Anak Usia Dini

50 Tahun SGM Gelar Dunia Prestasi Anak Usia Dini
JAKARTA - PT Sari Husada melalui produknya SGM kembali menggelar Dunia Prestasi yang menawarkan kesempatan bagi ribuan anak usia dini untuk bermain, belajar secara aktif dan eksploratif melalui beragam wahana bermain yang tersedia. Program ini kembali digelar karena antusiasme anak dan orangtua yang mengikuti acara Dunia Prestasi pada tahun sebelumnya.

Dengan mengusung konsep Presinutri + Presistimulasi = Prestasi. SGM percaya bahwa dukungan nutrisi yang tepat (presinutri) dan stimulasi yang sesuai (presistimulasi) akan membantu anak-anak mencapai prestasi dan turut membentuk karakter dan keterampilan mereka di masa depan.

Head of Corporate Communicatio PT Sari Husada Arif Mujahidin mengatakan, selama 50 tahun susu pertumbuhan SGM telah membantu melengkapi nutrisi anak Indonesia melalui pengembangan formula dengan komposisi gizinya senantiasa disempurnakan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi nutrisi dan anak.

"Tahun ini merupakan tahun istimewa karena tahun ini genap 50 tahun sejak formula susu SGM di kembangkan menemani pertumbuhan anak di Indonesia," ujar Arif di ITC Cempaka Mas Jakarta, Sabtu (9/6/2012).

Setelah Jakarta, kota besar lainnya yang mendapatkan kesempatan menggelar dunia prestasi adalah kota Medan Sumatera Utara.

Selain bermain dan belajar untuk anak-anak, di dunia prestasi SGM orangtua juga dapat berkonsultasi mengenai nutrisi terbaik, presisi dan berkualitas yang sesuai dengan tahapan tumbuh kembang anak.

SGM juga memperknalkan produk terbarunya, SGM Presinutri Eksplor dan Aktif baru dengan Zinc. Zinc merupakan nutrisi esensial yang diperlukan lebih dari 300 enzim di dalam tubuh, dan berperan penting untuk berfungsinya proses tubuh, seperti pemrosesan nutrisi yang sangat diperlukan bagi pertumbuhan yang optimal.

Brand Director SGM pertumbuhan George Yudistira menambahkan, konsep presinutri dan prestemulasi yang di hadirkan di wahana dunia prestasi adalah sebuah program yang dirancang agar anak dapat belajar sambil bermain dan ibu mendapatkan pemahaman tentang pentingnya prestasi sehari-hari.

"Si kecil dapat bersenang-senang di dalam arena petualangan SGM Eksplor 3 dan SGM Aktif 4 yang akan menstimulur kemampuan belajar dan prestasi sesuai dengan usia anak yang di kemas dalam bentuk fun-edutainment," kata George.

Dunia Prestasi SGM berhasil memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi ribuan anak melalui berbagai sarana permainan edukatif dan sekaligus berbagi pemahaman yang lebih jelas mengenai metode pola asuh yang tepat sesuai dengan tahap tumbuh kembang anak untuk orangtua mereka.

"Sejalan dengan 50 tahun SGM, kami juga menghadirkan 50 anak berprestasi, dipilih berdasarkan ekspresi yang mereka tunjukan melalui karya berbentuk tulisan mengenai harapan dan keinginan mereka kelak saat dewasa," tutur George.

Istimewanya dunia prestasi tahun ini adalah sebuah wahana baru yang dikaitkan dengan profesi atau pekerjaan. Di sini, anak diberikan stimulasi bertemakan dunia profesi, yang masih dikaitkan dengan ‘Prestasi’ atau kemampuan sesuai tahap tumbuh kembang mereka. Contohnya profesi pelukis, anak akan diajarkan untuk mengenal warna; profesi Chef anak diajarkan untuk mengenal makanan sehat; profesi pemusik anak diajarkan untuk mengenal bunyi, dan beberapa profesi lainnya.

Sumber : TRIBUNNEWS.COM

Rawat Organ Intim Perempuan dengan Akupuntur Usai Melahirkan

Rawat Organ Intim Perempuan dengan Akupuntur Usai Melahirkan
Keharmonisan dalam sebuah rumah tangga sangatlah penting untuk hubungan pasangan suami istri (pasutri). Namun, dengan bergulirnya waktu, hubungan tersebut bisa menjadi hambar bila tidak dijaga. Terutama bagi kaum perempuan yang berkewajiban melayani suami pasca-melahirkan.

Kondisi organ intim perempuan pastinya akan berbeda antara sesudah melahirkan dengan saat belum memiliki anak. Oleh sebabnya, walaupun perempuan yang sudah memiliki anak tetap dianjurkan merawat organ intimnya untuk menjaga hubungan harmonis dengan suami.

Salah satu alternatif perawatan bisa mencoba perawatan Vagina Treatmen Akupuntur (VTA). Perawatan ini bisa didapat di Rossa Calista yang beralamat di Jl Hos Cokroaminoto No 78, Enggal, Bandarlampung.

Owner Rossa Calista, Rossy Hercia menuturkan, program VTA merupakan perawatan khusus perempuan setelah melahirkan normal. Guna perawatan untuk mengencangkan kembali organ intim kewanitaan yang merenggang.

Sumber : TRIBUNNEWS.COM

Friday, June 8, 2012

Anak-anak bisa terserang kanker gara-gara sinar X?

Anak-anak bisa terserang kanker gara-gara sinar X?
Sebuah penelitian terbaru menyebutkan bahwa anak-anak akan meningkatkan risiko kanker otak apabila mereka menjalani dua atau tiga kali CT scan sebelum berusia 15 tahun. CT (computerized tomography) scan sendiri adalah sebuah gabungan proses pemeriksaan menggunakan sinar X yang dilihat dari berbagai sudut untuk memperlihatkan penampang tulang dan jaringan lunak melalui komputer.

Selain kanker otak, risiko lain yang bisa menyerang anak-anak tersebut adalah kanker darah jenis leukemia. Studi sebelumnya juga pernah menyebutkan bahwa sinar X pada gigi mampu memicu pertumbuhan tumor pada otak.

Penggunaan CT scan memang meningkat sejak diperkenalkan 30 tahun yang lalu. Untuk anak-anak, CT scan digunakan untuk memeriksa luka pada bagian kepala, leher, tulang belakang atau gangguan saraf.

"CT scan sangat bermanfaat, akan tetapi itu mengandung radiasi yang tinggi jika dibandingkan dengan sinar X biasa," tutur Dr. Mark Pearce dari Newcastle University, seperti yang dikutip dari CBS News (08/07).

Sementara itu, para wanita yang masa mudanya sempat menjalani pemeriksaan radiasi di bagian dadanya juga disebut-sebut mampu meningkatkan risiko terserang kanker payudara.

Para ahli pun menyebutkan sebenarnya risiko serangan kanker pada orang-orang yang sewaktu kecil mendapat proses pemeriksaan, entah itu CT scan atau radiasi yang lain, tidak terlalu tinggi. Dokter yang melakukan prosedur tersebut pun sebaiknya memberi pengetahuan yang baik dan jelas pada pasien mereka mengenai berbagai risiko yang didapatkan ketika menjalani pemeriksaan.

Sumber : merdeka.com

Tips memilih gaun untuk si Mungil

Tips memilih gaun untuk si Mungil
Siapa bilang wanita bertubuh mungil tak bagus memakai gaun? Para selebriti seperti Eva Longoria atau Hillary Duff adalah contoh nyata bagaimana wanita bertubuh mungil juga bisa terlihat elegan dan cantik memakai gaun. Namun, tentu ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh si tubuh mungil sebelum memilih gaun yang sesuai untuknya.

Salah seorang desainer India mengatakan bahwa wanita mungil harus memilih potongan yang tepat, bahan yang tepat, kemudian menambahkan aksesoris dan menggunakan sepatu hak tinggi.

Pah Mehta mengatakan gaun empire line, dengan garis di bawah dada, tanpa lengan yang memiliki garis bawah asimetri akan sangat cocok untuk dikenakan wanita yang bertubuh mungil.

"Gaun empire line sangat cocok untuk wanita yang bertubuh mungil. Mereka harus menghindari membagi tubuh mereka secara horizontal, terutama pada bagian pinggul," katanya, seperti dilansir Times of India. "Gaun tanpa lengan, atau dengan tali yang dikaitkan pada leher juga sangat cocok untuk wanita mungil."

Mehta juga menggaris bawahi penggunaan aksesoris yang tepat. Mehta menyarankan untuk menggunakan kalung dan menghindari penggunaan ikat pinggang, karena akan terlihat membagi tubuh menjadi dua bagian.

"Sepasang sepatu stilleto akan menambah keanggunan dan panjang gaun," tambahnya.

Duo desainer asal India, Anjalee dan Arjun Kapoor juga memberikan beberapa saran mereka.

"Anda bisa mencoba beberapa trik ini. Jika Anda memiliki kaki yang pendek, maka Anda harus menggunakan gaun yang lebih pendek dan mengutamakan bentuk pinggul Anda. Ini akan membuat kaki tampak lebih panjang."

"Sebaliknya, jika Anda memiliki kaki yang panjang dan badan yang pendek, maka menggunakan gaun yang panjang akan membuat pinggang Anda lebih ideal," kata Arjun.

Tak hanya pemilihan bentuk gaun, memilih bahan juga menjadi penting. Anjalee mengatakan bahwa bahan yang Anda gunakan harus terbuat dari sutra, chiffon, atau satin. Bahan-bahan ini bisa menambahkan penampilan 'tinggi' untuk Anda. Jangan gunakan kain dengan dua warna. Gaun dengan satu warna dari atas hingga bawah akan membuat pemakainya terlihat lebih tinggi.

Desainer Payal Singhal juga menyarankan warna-warna seperti merah, biru, dan hitam untuk dipakai oleh wanita bertubuh mungil.

Sumber : merdeka.com

Lindungi rumah Anda dari ulah hewan peliharaan!

Lindungi rumah Anda dari ulah hewan peliharaan!
Hewan peliharaan bisa menjadi sahabat dan teman bermain bagi Anda dan keluarga, namun juga bisa jadi mimpi buruk bagi perabot rumah Anda. Bukan merupakan rahasia lagi bahwa anjing dan kucing suka menggigit barang-barang. Belum lagi jika mereka mulai mencakar dan merusak perabotan. Namun jangan khawatir, Reader's Digest memberikan beberapa tips ini untuk melindungi perabotan Anda dari ulah hewan peliharaan.


1. Gunakan minyak cengkeh
Anjing atau kucing sangat suka mengunyah perabotan. Anda bisa mencegah hal ini dengan menggosokkan minyak cengkeh pada tempat-tempat yang biasa mereka gigit, seperti kaki meja, kursi, sepatu, atau kotak-kotak penyimpanan. Bau dan rasa cengkeh yang pahit akan menghalau hewan peliharaan Anda.



2. Bagel beku untuk anjing yang sedang tumbuh gigi
Anjing kecil biasanya akan sering menggigit saat gigi mereka baru tumbuh. Anda bisa memberikan mereka bagel beku untuk mengatasinya. Bagel adalah roti berbentuk seperti donat yang terbuat dari tepung. Bekukan bagel hingga keras dan dingin, kemudian berikan untuk dikunyah oleh anjing Anda. Biarkan hingga bagel berubah lembek. Kemudian ambil sebelum anjing Anda memakannya.



3. Menghilangkan bau dengan cuka
Hewan peliharaan yang belum terlatih kadang suka mengotori rumah, terutama jika mereka suka pipis sembarangan. Hilangkan bau menyengat dari pipis hewan peliharaan dengan campuran cuka dan air hangat. Tuangkan di atas karpet atau tempat yang terkena air kencing hewan, kemudian biarkan selama setengah jam. Setelah itu gunakan air dingin untuk membilas cuka, dan keringkan dengan kertas atau kain kering. Tumpuk dengan kain atau handuk setebal 1 cm untuk menyerap kelembabannya.



4. Bersihkan bau di udara dengan biji kopi
Bau hewan peliharaan seringkali menempel di udara dan susah dihilangkan. Untuk mengatasinya, Anda hanya perlu memanaskan secangkir kopi bubuk dalam wajan dengan api kecil. Saat aroma kopi mulai dilepaskan, segera bawa kopi bubuk itu ke tempat yang berbau. Letakkan biji kopi yang mengeluarkan aroma itu pada sebuah tatakan kecil. Bersamaan dengan biji kopi yang mendingin, bau hewan peliharaan di ruangan itu pun akan segera menghilang.


Itulah hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk melindungi perabotan Anda dari ulah hewan peliharaan yang nakal. Selamat mencoba!

Sumber : merdeka.com

Thursday, June 7, 2012

Nutrisi Penting untuk si Putri yang Lagi Puber

Nutrisi Penting untuk si Putri yang Lagi Puber
Jakarta - Anak perempuan selama masa pubertas harus mendapatkan makanan bergizi karena sangat penting untuk kesehatan seumur hidupnya, yang juga akan mempengaruhi kesehatan anak-anaknya kelak. Ada beberapa nutrisi penting untuk anak perempuan yang sedang puber.

Pubertas adalah waktu ketika tubuh siap untuk sistem reproduksi seksual. Pada saat ini gizi sangat penting karena perubahan hormonal dalam tubuh. Anak perempuan umumnya mengalami pubertas pada usia 10-15 tahun. Makanan bergizi penting untuk mengatasi gangguan makan selama tahap ini.

Berikut beberapa nutrisi penting untuk ana perempuan yang sedang pubertas, seperti dilansir boldsky, Kamis (7/6/2012):


1. Kalsium
Anak perempuan sering kekurangan kalsium pada masa pubertas. Untuk menghindari masalah terkait kalsium seperti osteoporosis di kemudian hari, makanan kaya kalsium harus dikonsumsi.


Contoh makanan kaya kalsium adalah susu rendah lemak, dadih, yogurt dan sayuran berdaun hijau.


2. Zat besi
Zat besi sangat penting selama masa pubertas pada anak perempuan. Gadis remaja membutuhkan zat besi untuk menggantikan darah yang hilang selama menstruasi. Makanan tertentu yang kaya akan zat besi seperti gandum, kacang, daging tanpa lemak dan ikan harus dikonsumsi.



3. Protein
Selama pubertas anak perempuan membutuhkan protein untuk membangun otot dan jaringan tubuh lainnya. Ini mempersiapkannya untuk kegiatan sehari-hari, seperti sekolah, olahraga dan kegiatan ekstra kurikuler lainnya yang membutuhkan energi.


Protein banyak berasal dari makanan seperti produk ikan, daging, ikan dan unggas.


4. Lemak
Jumlah lemak yang tepat juga dibutuhkan oleh anak perempuan selama masa pubertas. Makanan dengan jumlah lemak yang benar diperlukan untuk pertumbuhan dan energi. Lemak tak jenuh yang terjadi secara alami banyak terdapat dalam ikan salmon, kacang-kacangan dan minyak zaitun. Lemak juga sama penting untuk pertumbuhan tubuh sehingga harus dikonsumsi dalam jumlah tepat.


Anak perempuan perlu menghindari makanan kalori tinggi selama masa pubertas karena ada kecenderungan untuk menambah berat badan karena meningkatnya kadar hormon.

Sumber : detik.com

5 Kemampuan Hebat Bayi yang Melebihi Orang Dewasa

5 Kemampuan Hebat Bayi yang Melebihi Orang Dewasa
Jakarta - Jangan anggap remeh kemampuan seorang bayi. Jika dilihat secara kasat mata, bayi tampak tak berdaya dan harus selalu dilindungi. Tapi bayi sebenarnya memiliki kemampuan yang mengesankan. Beberapa kemampuan ini bahkan lebih hebat daripada yang dimiliki orang dewasa.

Seperti dilansir Live Science, Kamis (7/6/2012), berikut adalah 5 keterampilan mengejutkan yang dimiliki bayi baru lahir.


1. Naluri yang tajam
Bayi baru lahir dapat melakukan berbagai gerakan refleks otomatis yang diperlukan dalam perkembangannya. Salah satunya adalah 'refleks menyelam' atau dikenal juga sebagai respons bradycardic. Respons ini juga dimiliki anjing laut dan hewan air lainnya. Naluri ini diduga merupakan sisa-sisa evolusi nenek moyang manusia yang berevolusi dari laut.


Contohnya adalah seperti ini: Bayi baru lahir sampai berusia 6 bulan yang kepalanya terendam air akan menahan nafas secara alami. Pada saat yang sama, jantung berdetak lebih lambat untuk menghemat oksigen dan sirkulasi darah lebih banyak menuju organ paling vital, yaitu jantung dan otak. Respons pada bayi yang terendam air ini lebih lama dibandingkan yang dimiliki orang dewasa.


2. Cepat belajar
Hampir setiap hal yang dialami bayi akan diingat secara permanen dengan cara membentuk sinaps atau sambungan antar sel otak. Pada saat bayi berusia 3 tahun, telah terbentuk sekitar 1.000 triliun sambungan di otaknya atau 2 kali lebih banyak dibandingkan yang dimiliki orang dewasa. Namun sejak usia 11 tahun, otak anak-anak kemudian mengurangi sambungan yang dianggap berlebihan.



3. Lebih dapat memahami mekanika kuantum
Mekanika kuantum atau hukum aneh yang mengatur pergerakan partikel dasar sangatlah membingungkan. Pengalaman mengenai realitas yang ditemui sehari-hari membuat manusia sulit memahami mekanika kuantum.


"Namun bayi yang baru lahir belum terbiasa dengan realitas apapun, dan dengan demikian merupakan satu-satunya makhluk hidup yang dapat secara intuitif memahami mekanika kuantum," kata Seth Lloyd, ahli komputasi kuantum di Massachusetts Institute of Technology.

Sampai usia 3 bulan atau lebih, bayi tidak memiliki pemahaman bahwa benda hanya bisa berada di satu tempat pada satu waktu. Sebelum usia itu, eksperimen dan permainan seperti 'Ciluk Ba' menunjukkan bahwa bayi berpikir objek yang tersembunyi bisa ada di mana saja. Hal ini merupakan petunjuk mengenai intuisi bayi dalam memahami mekanika kuantum.


4. Mengenali irama
Semua bayi dilahirkan memiliki sensasi untuk merasakan irama. Hal ini ditunjukkan oleh penelitian tahun 2009 di mana tim peneliti di Eropa memainkan drum secara berirama kepada bayi berusia 2 - 3 hari. Iramanya sesekali berdetak kencang, kemudian beberapa kali memainkan irama yang mengganggu dan pada suatu waktu berhenti.


Elektroda yang menempel pada kulit kepala bayi mengungkapkan bahwa otak bayi merespons irama ini. Hal ini mengindikasikan bahwa harapannya untuk mendengar irama terganggu dan bisa merasakan irama secara tajam.

Para peneliti berpendapat, mungkin detak jantung ibu mengajarkan irama kepada bayi sewaktu di dalam kandungan. Para ilmuwan kemudian beranggapan bahwa bayi dapat mempelajari makna perkataan orangtua serta mempelajari bahasa hanya dari iramanya saja.


5. Menjadi lucu
Bayi menjadi lucu bukan tanpa alasan. Semua bayi dilahirkan lucu untuk menggugah insting melindungi dari orang dewasa. Dalam penelitian yang dipublikasikan tahun 2011 lalu, tim psikolog dari Cina dan Kanada menemukan bahwa bayi dinilai lebih imut dan lucu dibanding anak-anak. Tingkat kelucuan ini akan turun saat bayi menginjak usia 4 tahun.


Pada bayi, penampilan yang lucu ini benar-benar masalah hidup dan mati. Penelitian lain menemukan bahwa bayi yang memiliki mata kecil, dahi datar dan wajah persegi cenderung tidak mendapat perhatian dari orangtuanya.

Sumber : detik.com

Apakah USG Sebabkan Autisme pada Bayi?

Apakah USG Sebabkan Autisme pada Bayi?
Jakarta - USG merupakan cara yang paling sering digunakan dalam memeriksa kondisi janin dalam perut ibu hamil dan juga untuk memprediksi jenis kelaminnya. Tetapi apakah USG benar-benar aman bagi perkembangan otak janin?

Para peneliti telah lama mempelajari alat ultrasonografi atau yang dikenal dengan USG kaitannya dengan faktor risiko terhadap perkembangan otak janin bahkan autisme, seperti dilansir dari sheknows, Kamis (7/6/2012).

Dr. Manny Casanova dari University of Louisville bersama dengan rekannya Emily Williams mempelajari sonografi dan dampaknya terhadap sel. Meskipun tidak mengklaim bahwa sonografi berisiko terhadap autisme, Dr. Casanova berpendapat bahwa kemajuan tekonologi USG terbaru dan jumlah pemeriksaan dengan USG yang terlalu dini mungkin perlu diselidiki mengingat semakin banyaknya kasus autisme.

USG menggunakan gelombang suara yang biasanya digunakan untuk menghasilkan gambar struktur internal (seperti janin) serta mempromosikan pertumbuhan sel, melebarkan pembuluh darah dan membantu proses bedah saraf.

Gelombang suara inilah yang masih diperdebatkan apakah dapat mempengaruhi perkembangan otak embrio atau janin. Dr. Casanova memperingatkan kepada wanita hamil untuk membatasi tes USG pada trimester pertama kehamilan kecuali benar-benar diperlukan, setidaknya sampai usia kehamilan yang lebih tua.

Tetapi banyak orang merasa bahwa manfaat dari USG lebih besar daripada potensi risikonya. Teori mengenai hal ini dapat menyebabkan kekhawatiran yang tidak semestinya pada calon ibu. Teori ini masih perlu didukung oleh penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kebenarannya.

Beberapa orang setuju dengan pemikiran para ilmuwan akan hubungan antara eksposur USG yang berlebihan dengan gangguan pada otak bayi berdasarkan pengetahuan dan penelitian sebelumnya. Sehingga mungkin bukan ide buruk untuk membatasi pemeriksaan dengan menggunakan USG.

USG harus digunakan sebagai alat diagnostik untuk keperluan yang benar-benar penting saja. USG yang digunakan hanya untuk bersenang-senang mungkin harus dibatasi sampai ada penelitian lebih lanjut yang menyatakan bahwa USG benar-benar aman dan tidak menimbulkan risiko terhadap masalah kesehatan janin.

Sumber : detik.com

David Beckham Selalu Buatkan Sarapan Untuk Anaknya

David Beckham Selalu Buatkan Sarapan Untuk Anaknya
Jakarta - Pesepak bola yang satu ini tidak hanya jago main bola, ternyata juga jago masak. Hal ini dibuktikan dengan selalu menyiapkan makanan untuk anaknya. Kegiatan ini selalu dilakukannya setiap pagi sebelum melakukan aktifitasnya.

David Beckham adalah pesebak bola internasional yang dikenal dengan kepandaiannya dalam bermain bola. Di tengah kesibukannya yang sangat padat, ia masih menyisihkan waktu untuk mengurus anak-anaknya.

Biasanya Beckham bangun pagi jam 6.45 pagi sebelum anak-anaknyaa bangun. Setelah itu biasnaya dia segera masak untuk sarapan. Saat anak-anaknya bangun jam 7.15 pagi semua hidangan untuk sarapan sudah tersaji.

“Mereka ingin hal yang berbeda, anak saya yang pertama dan ketiga menyukai croissant dengan selai. Kemudian anak kedua saya menyukai buah seperti mangga dan nanas. Saya selalu membuatkan mereka sarapan sampai saya tidak punya waktu untuk membuat sarapan sendiri.” ujar Beckham.

Meskipun Beckham jarang makan sarapan bergizi, biasanya dia makan lebih banyak di waktu makan siang. Karena kegiatan latihannya yang cukup menguras tenaga, ia tentunya membutuhkan banyak energi yang didapat dari makanan.

Sumber : detik.com

Susu Formula Tak Pernah Mampu Menyamai ASI

Susu Formula Tak Pernah Mampu Menyamai ASI
JAKARTA - Masih banyak ibu menyusui yang beranggapan bahwa susu formula lebih baik ketimbang air susu ibu (ASI). Padahal jika dilihat dari kandungan gizi yang ada di dalamnya, ASI jauh lebih baik ketimbang susu formula dan lebih aman dikonsumsi.

Hesti Kristina P. Tobing, Wakil Ketua Ikatan konselor Menyusui Indonesia (IKMI), mengatakan, yang perlu diketahui oleh para ibu menyusui adalah bahwa tidak ada satu pun susu formula yang bebas dari kuman. Bahkan menurut WHO dan FDA semua susu formula tidak steril dan berisiko terkena bakteri termasuk sakazakii.

"Yang ada cuma ambang batas kumannya. Ambang batasnya masih bisa diminum," ujarnya, saat acara konferensi pers membahas soal PP ASI Eksklusif, Rabu, (6/6/2012), di Jakarta.

Ada 4 (empat) standar emas pemberian nutrisi pada anak, yakni Inisiasi Menyusui Dini (IMD) sejak lahir, pemberian ASI Eksklusif usia 0-6 bulan, pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI) buatan rumah mulai dari usia 6-12 bulan, dan pemberian ASI dilanjutkan terus sampai usia 2 tahun atau lebih. Keempat pilar ini merupakan rekomendasi dunia, baik itu WHO atau UNICEF.

Hesti mengatakan, ASI mengandung beberapa zat penting yang tidak dimiliki oleh susu formula, sebut saja seperti antibodi dan growth factor.

"Hampir semua susu formula selalu menambahkan komposisi pendukung seperti DHA dan AHA, yang sebenarnya sudah ada di ASI untuk kecerdasan otak. Itu membuktikan bahwa sebenarnya susu formula tidak akan pernah mampu menyamai ASI," terangnya.

Suatu rekomendasi menyebutkan, anak usia 0-6 bulan hanya perlu diberikan ASI ekslusif karena ASI sudah memenuhi 100 persen kebutuhan bayi. Memasuki usia 6 bulan sampai 1 tahun tahun, ASI masih tetap diperlukan karena memenuhi 60-70 persen kebutuhan bayi. Sedangkan pada usia 1-2 tahun ASI masih memenuhi 30 persen kebutuhan bayi.

"Payung besar dalam perlindungan pemberian ASI sebenarnya ada di tangan pemerintah, karena pemerintah yang mengeluarkan kebijakan dan perlindungan," ucapnya.

Susu formula, lanjut Hesti, memang menjadi bisnis yang luar biasa. Ia mengungkapkan bahwa produsen susu di dunia saat ini tengah mengincar China dan Indonesia sebagai target pemasaran, karena pertumbuhan penduduknya yang paling besar.

Dulu sebenarnya Indonesia sudah menyepakati tentang kode internasional pemasaran susu formula. Indonesia salah satu negara yang ikut menandatangani bahwa sebenarnya sampai usia dua tahun tidak boleh ada iklan produk susu formula.

"Tapi sayangnya penerapan di Indonesia hanya sampai satu tahun dan itu pun masih dilanggar," tutupnya.

Sumber : KOMPAS.com